Minggu, 06 Juli 2008

Gaul Day

Gw tadi sempat membaca blog temen-temen. Waw…banyak pengalaman yang lucu-lucu juga. Ternyata hidup mereka terlalu hidup. (hehe) Well..gw emank ga punya terlalu banyak pengalaman gila soalnya hidup gw kadang terasa begitu monoton. Tapi ngga begitu lagi sejak gw mulai kuliah, mungkin karna ketemu temen-temen yang gokil abis. (haha) Omong-omong gw terinspirasi menulis sebuah kisah pas gw berada di Bandung. Selain sharing pengalaman, dengan bercerita bisa buat gw selalu inget ma temen-temen. ^^

Kos gw ada di daerah Dago, tepatnya di jalan Rangga Gempol No. 9. Di dalamnya dihuni oleh 8 orang: 6 anak kos dan 2 mbak (pembantu). Sebelumnya kos kita itu lebih ramai lho, penghuninya ada 9 orang, tetapi banyak yang udah pindah gara-gara ga ada internet. Alasan lainnya seh karena si Lina, ‘tante kos’. Wah…cerewetnya minta ampun dan mata duitan. Sekarang kita tinggal berenam deh dengan 3 cewek dan 3 cowok. Sebelum gw cerita, gw perkenalkan dulu ya temen-temen gw:




Fanny:

Dia ini salah satu temen terdekat gw di Bandung soalnya kita sefakultas, sejurusan, sekelas, sekos, tapi ga sekamar seh. Kita suka hang-out bareng kalo abis ujian, sama-sama hobi belanja, dan bergosip tentunya. (hehe) Selera kita emank banyak yang sama termasuk mengidolakan David Cook, American Idol season 7. Tapi gw kalah otak ma dia. Neh anak cerdas banget dan berprestasi tinggi. (peraih medali emas TOKI)

Vivia:

Hanya dua kata yang dominan tentang dia,‘diligent and diciplined’. Vivi ini anaknya pinter, tekun, dan ulet. Wataknya juga dewasa lho. Kita suka belajar bareng sebelum ujian dan bergosip setelah makan siang atau malam. (gosip lagi…) Satu hal deh yang gw inget terus tentang dia, perfectionist banget orangnya, ga heran prestasinya begitu gemilang.(delapan besar pelatnas TOBI)

Feriyanto:

Cowok bernama Feriyanto atau akrab disapa Acai adalah cowok teramah di kos gw. Anaknya baik banget dan biasanya jadi korban ejekan cowok-cowok lain di kos gw, bahkan mewabah ke kos lainnya. (kasian…) Mungkin karena kepasrahannya menerima segala penindasan keji temen-temen gw. (wkwk…) Tapi dibalik segala keterpurukan itu, dia ini jago banget fisika, dan gw sering minta diajarin lho. (hehe..) Oya dia pinter masak..maknyusss….


Ricky:

Dia temen sekampungnya Acai (Pontianak). Motto hidupnya ‘sedikit menabur benih, banyak memetik hasil’, dengan kata lain anaknya nyantai abis tapi prestasi tetep oke kog. Hobinya seh maen bola dan ngamen dengan gitar barunya di kamar. (berisik banget…) Selain itu, dia peraih IP tertinggi di teknik mesin lho semester lalu. Semoga semester ini juga!


Ibet:

Wah…anak satu ini hiper-aktif dan suka banget berkolaborasi dengan Aki (Ricky) buat ngejekin Acai. Gw kurang tahu juga hobi dia, yang jelas dia punya kebiasaan teriak kenceng-kenceng kalo main kartu. (hati-hati lho kalo bersebelahan…) dan dia suka ngaku mirip Vj Daniel.(hueekkkk…) Omong-omong, dia ini peraih IP tertinggi di kos kita dengan perolehan sempurna. (wah…)


Cincin:

Dulunya kita temen sekos tapi ga lama kemudian dia pindah ke kos depan. Cowok satu ini babi face banget (hehe) dan putih abis. Dia dikatagorikan cowok paling berani deh, dalam arti berani berkata dan bertindak, dan dia lah penindas nomor satu. (haha) Ga ketinggalan, anaknya lucu, gaul, kreatif, dan sangat membenci ‘Big Mac’. (hehe)

Arnold:

Ini sohibnya si Cincin dan akrab dipanggil Anyot. (pelesetannya ga nanggung) Anaknya susah banget dibangunin. Dulu pas dia masih sekos kita, dia punya jam waker yang bunyinya suara ayam berkokok. Nah pas subuh-subuh neh, ayamnya ngokok keras banget dan lama abis (kira-kira setengah jam) sampai kita sekos kebangun, tapi dianya ga bangun-bangun juga. (haha) Tapi di balik kebiasaan buruknya itu, logikanya jalan banget lho. Kalo belajar bareng di saat kepepet (beberapa jam lagi ujian), pasti dia yang susah maju karena kebanyakan mencari asal usul rumus padahal kita yang lain udah pasrah dengan menghapal aja. (hehe)

Meno, Andi, dan Budi:

Gw kelompokkin 3 anak ini bukan karena mereka satu gank lho, tapi karena mereka kelihatan akrab aja. Walau kos kita agak berjauhan tapi kita sering juga jalan bareng mereka. Selain itu, cowok bertiga itu khususnya Andi dan Meno sering banget belajar bareng di kos kita sebelum uts yang rutin setiap minggu.(fiuh…)


Tragedi Ulang Tahun Acai

Suatu malam, kita semua berencana memberikan surprised party buat Acai yang berulang tahun. Kebetulan kakak perempuannya Acai menitipkan sebuah kuetar untuk diberikan kepada sang adik tercinta. (ga perlu beli lagi deh)

Prosesi acara dimulai dengan gw, fanny, vivi, ibet, anyot, cincin, dan meno mengendap-endap di halaman depan kos. Aki ditugaskan untuk memanggil si ‘korban’ keluar menuju teras depan, tentunya dengan alasan ada yang cari atau apalah. Kemudian Acai pun keluar dengan mukanya yang polos dan bingung melihat segerombolan bocah yang tak asing lagi baginya. (ya itu kita)

Sruut…ada yang menyiram Acai dari belakang…Acai kaget dan seketika terlepas lah tawa anak-anak rangga gempol yang kadang sedikit biadab. Dengan cepat Cincin menyodorkan kuetar dengan lilin yang menyala dan kita pun bernyanyi “Tiup lilinnya…tiup lilinnya sekarang jugaa…sekarang jugaaaa…sekarang jugaaa….” Acai dengan penuh keharuan meniupnya dan sebelumnya dia berkata, “Terima kasih banget ya temen-temen”. (kata-kata yang akan dia sesali nanti..)

Acara pun dilanjutkan dengan memotong ‘first cake’. Entah darimana pisau itu datang, mungkin tadi ada yang lari ke dapur buat ngambil pisau di saat suasana lum terkendali. Sebelum memakan first cakenya, kita meminta Acai untuk menutup matanya dan ‘make a wish’. Dia pun menutup mata dengan sungguh-sungguh.


Plakkk!!! Cincin melemparkan first cake tadi ke muka Acai saat dia membuka mata setelah berdoa dengan penuh iman. (busyeet)

Wah diluar skenario neh…gw sama sekali ga tau bakal ada sesi pelemparan. Dan gw kesel banget waktu itu, bukan karna Acai dilempar, tapi karna gw kecipratan cream. (Sial!) Wah keadaan makin parah karena ditambah siram-menyiram. Karna gw udah mandi bersih, gw dengan tegas menutup ledeng.(cool) Entah sapa yang motret di saat pose gw ga senonoh gini. (ga ada yang ngaku)



Setelah itu, suasana makin rusuh. Acai yang dalam keadaan belepotan pun berlari mengejar yang lain dengan motif berbagi noda, kecuali gw deh, soalnya gw lagi pegang pisau yang buat motong kue tadi. (alat pelindung hehe...)

Fanny dan Vivi pun berlari masuk menuju kamar mereka, tetapi karna kunci mereka ketinggal di luar, mereka terpaksa bersembunyi di dalam satu wc, sedangkan wc sebelah dihuni oleh Ibet. (ini cewek atau cowok seh? Kog ikutan sembunyi juga) Cincin dan lainnya pun akhirnya mengajak Acai untuk ‘berdamai’. Acai pun mengalah dan pergi ke belakang untuk membersikan diri.

Croootttt… Cincin memecahkan sebutir telur di kepala Acai dan seketika Acai marah dan mengejar mereka. (wah kog Acai ga pingsan y kena cangkang kokoh tadi?)

Akhirnya Acai menyerah juga dan pergi mandi. Kericuhan pun berangsur-angsur mereda, begitu pula dengan mereka yang ada di wc berbondong-bondong keluar. Acai, masih dengan secercah kesabaran, memotong kue untuk kita makan bersama. (hehe..)

The End

1 komentar:

Anonim mengatakan...

wah cerita itu menurut gw ngocol bgt pokoke seru abis n bener2 gaul.Wah gila temen2 cece mendekati cum laude semua ya termasuk cece, bena2 ke Bandung bwt sekolah padahal Bandung kan rame. ce maksudnya foto gak senonoh apa?hahahaha.okdah dlu ya bye....
GBU