Jumat, 22 Agustus 2008
My lovely campus...
kali ini gw mau nyantai aja nulisnya...ga perlu pake tata tulis bahasa indonesia yang baik dan benar...haha...
Hm...udah seminggu gw kuliah di semester 3 ini. Banyak hal yang membuat gw jengkel dan ngos-ngosan, salah satunya karna banyaknya jadwal yang bentrok, dan puncaknya adalah dosen matek(=matematika teknik) gw yang belum menampakkan batang hidungnya sampe saat ini. Tapi...walau bagaimanapun...gw seneng banget masuk semester 3 ini. Gw merasa menjadi mahasiswa seutuhnya, maklum setaun sebelumnya gw hanya mahasiswa TPB ITB yang masih disuapin semuanya.
Lumayan terlambat, di tahun kedua ini, gw baru sadar kalo ITB mengajarkan gw segalanya, dari ilmu eksak sampe cara hidup. Mencapai kesuksesan ternyata ga segampang yang gw kira karna rintangan selalu datang bertubi-tubi. Thx God, gw bisa lewati semuanya dengan baik. Terlebih lagi, gw bisa lebih mengatur temperamen dan lebih tidak ngotot dengan pendapat gw di saat yang tidak diperlukan. Seperti kata dosen favorit gw, Budi Raharjo (alumni elektro ITB yang sekarang banyak menulis buku programming), Engineers like to solve problem. Kata-kata itu sangat memotivasi saya dalam belajar hal-hal yang sulit.
Btw, baru-baru ini gw nemuin sepasang orang gila di kampus ITB. Yang pertama itu seorang wanita yang kira-kira berusia 30-40 tahun. Hm...gosipnya seh namanya Donna. Kemunculan perdananya di hadapan gw adalah saat gw daftar ulang di semester ini. Bajunya ga terlalu compang-camping seh, tapi dandanan mukanya menor banget. Seperti orgil biasanya deh, suka ngomong sendiri dan bawa segumpal nota yang ga jelas isinya. Katanya neh, dulunya si Donna ini ambil jurusan teknik fisika di ITB dan sekaligus ambil jurusan teologi di universitas lain. Nah, karena mungkin dia terlalu menghayati fisika dan teologi yang bertolak belakang itu, dia jadi gila seperti sekarang. Tapi ada juga gosip yang mengatakan kalo si Donna ini adalah bagian dari badan inteligen Rektorat yang bertugas mengawasi mahasiswa baru, soalnya dia hanya muncul di semester ganjil dimana ada penerimaan mahasiswa baru. Ga jauh berbeda dengan si Donna, ada satu lagi yang gw nemuin di TU elektro lantai 2. Awalnya gw ga nyangka kalo dia gila soalnya pakaiannya cukup rapi dan membawa setumpuk kertas. Oya dia pria seumuran si Donna, tapi gw belum tau namanya. Sambil menunggu dosen system digital, gw duduk di dekat TU dan tanpa sengaja memandang ke arahnya. Dia melihat gw dan tersenyum lebar. Sejenak, gw kira orangnya friendly. Ternyata setelah gw perhatiin lagi, ekspresinya ga berubah, selalu tersenyum lebar kemana pun dia memandang. (erg..)Dan satu hal lagi yang menguatkan pendapat kalo dia gila, yaitu puluhan kali dia mondar-mandir mencatat jadwal, menyusun kertas-kertasnya dan kemudian tertawa terbahak-bahak. (wkwk...)
Itulah kampus ITB, aneh tapi unik... ^^
Sabtu, 16 Agustus 2008
Selasa, 12 Agustus 2008
Kesalahan harus dibayar
Dengan penuh semangat saya bawa printer saya ke BEC untuk ditukar tambah. Entah setan apa yang merasuki pikiran ini, saya kemudian memutuskan untuk menghemat uang dengan tidak membeli printer baru. Sesampai di BEC, saya langsung membeli tinta hitam original. (145 rb) Orang yang menjual tinta tadi kelihatan ringan tangan dengan menawarkan pemasangan tinta yang baru saya beli. Dengan gegabah, saya mempersilakannya. Setelah dipasang, ternyata pendeteksiaannya sangat lama dan terancam hanya hitam di atas putih. Seketika saya tersadar kalau saya telah membuat kesalahan fatal dengan memperbaiki printer dan membeli tinta original padahal harga jualnya tetap 100 rb, sedangkan uang yang telah dihabiskan, 5000+50 rb+145 rb atau 200 rb. (2 x harga jual printer saya) Seandainya waktu dapat diputar, saya pasti telah menukar tambah printer saya yang tak terselamatkan ini dengan printer F 2180 yang lebih canggih dan lebih terjangkau dengan cukup membayar 600 rb. Memang benar kata orang, kesalahan harus dibayar. Akhirnya saya membeli printer hp D2466 (435 rb) dan membawa pulang printer yang menyusahkan ini. Fiuh…
Kamis, 07 Agustus 2008
Mr. Gratis
Ketika tiba di kos, ternyata banyak anak baru lainnya, salah satunya adalah si kembar bernama Yohanes dan Yakobus. Keduanya bagai pinang dibacok dua, tapi mereka tetap dapat dibedakan berdasarkan insting kemanusiawian. Keduanya sangat kalem dan sedikit pendiam. Berbeda dengan si kembar, Kalvin cenderung lebih berani dengan kakak kelas. Dan satu hal lagi, anak ini berjiwa ‘gratisan’. (apa-apa mau gratis) Pertanyaan favoritnya, ‘Eh, ada barang yang ga dipakai ga?’(hoho…) Kebiasaannya yang jarang pake sandal saat keluar kamar mengingatkan saya pada film ‘God Must Be Crazy’ yang bercerita tentang laki-laki berkoteka. Sungguh di luar dugaan, kalo anak ini peraih perunggu TOFI musim lalu.
Malam kemarin, kita semua pergi makan ke restoran mandarin. Menu yang kami pesan lumayan enak yaitu kangkung cha sapi, kodok goreng mentega, dan cumi cha tahu. Kalvin yang bagai vacuum cleaner saat melahap makanan tadi selalu berkeluh kesah soal harganya dan entah bagaimana ceritanya sampai dia menyebutkan utang-utangnya. Dalam benak saya, sebenarnya harganya itu cukup wanted dengan makanannya. Sifat pelitnya memang telah mendarah daging. Setelah makan di restoran mandarin, kita pergi ke dago pakar. Wah, harga makanan di sana emank ngga tanggung-tanggung. Kita semua memesan makanan, kecuali Kalvin. Dia hanya memesan minum dan kemudian pergi ke toilet. Kami pun mengobrol dan melihat pemandangan seluruh kota Bandung sambil menunggu pesanan. Tak lama kemudian, pesanan pun datang. Terlihat sebuah cangkir yang sangat kecil seukuran cangkir zaman china kuno yang di dalamnya berisi expresso. Semua tertawa dan menebak kalo itu pasti yang dipesan si Kalvin. Karena mengira Kalvin bakal shocked melihat cangkir mungilnya, kami pun menukar expresso dengan segelas jus besar milik Dani.
Akhirnya Kalvin datang juga. Saat dia ingin meminum jus tadi, dengan segera Aki menukarkannya dengan cangkir imut tadi. Tak salah lagi, kalvin benar-benar shocked dan kami semua menertawakannya. (haha…) Kalvin pun mengukur cangkirnya dengan terheran-heran.
Jumat, 25 Juli 2008
Siska --- My Friend, Sister, n Teacher
Let me introduce myself at first..Hehe
My name is Lilis Iskandar...So indonish and 'ndeso', right?? Wkwkwk...
Actually, i dunno what to write right now.... I just wanna scratch something here...Hahaha
ok, maybe i'll tell u 'bout how could i meet this blog's owner (Siska) previous time ago...Jeng2..=p
Once upon a time (nasty..=p), it's about 2years ago, when i was a very naive little young girl (lebai =p)there was an english debate traning in Xaverius 1 Jambi Senior High School... I, as one of the traning members along with Brenda n Fiona, was exercised together with the senior debaters from my school (Siska, Elaine, n Erdona). That time i was still in the first grade while Siska was in the third grade.
Those three beatiful girls were so great in debating that i was very impressed, especially with Siska. She's very charming while delivering arguments, the most on fire one...Hehe
Yeah, she had been in the top 5 of the best speaker in Jambi province that time...No wonder that she's great at speaking ^^
Actually, i'd ever seen her before this debating. That time was when she was being introduced in my MOS (Masa Orientasi Siswa) as one of Jambi's representatives in computer national science olympiade, known as OSN-TOKI...She's the only one female there...Hehe
But, i wasn't impressed that time so i dun really care about it. Maybe because she wasn't as charming as when she was debating =p
Nevertheless, after knowing her in debate activity, i wasn't closed with her at all. Just ordinary friends lah, just know each other...
Then, i forget when, why, n how we could get closer n closer like sisters now... Maybe u can remind me later here...Hi5 (i'm a bad memorizer =p)
The last but not the least, I like having friends with her, she's kindhearted (hihi), friendly, funny, smart, beatiful, gokiL...
Siska is a good friend lah...Hope our friendship will be long lasting 4ever yah...^^
(serious mode on =p)
Rabu, 23 Juli 2008
ketahui umurmu dari frekuensi makan keluarmu
Jangan beritahu saya usia kamu; kamu mungkin bohong-tapi pelayan restoranmu mungkin tahu!
Perhitungan Umur Matematis Berdasarkan FREKWENSI ke Rumah Makan.
Caranya cukup unik.
JANGAN CURANG!!
Hanya butuh waktu kurang dari semenit, sambil Anda baca ini
Pastikan jangan baca bagian bawah sampai Anda selesai mengerjakan ini.
Pasti seru deh..
1. Pilih berapa kali seminggu Anda akan makan di luar rumah (lebih darisatu kali tapi kurang dari 10)
2. Kalikan 2 (supaya genap)
3. Tambah 5
4. Kalikan dengan 50
5. Kalau Anda sudah merayakan HUT Anda tahun ini, tambah 1758
Kalaubelum, tambah 1757
6. Sekarang dikurangi dengan 4 digit tahun kelahiran Anda
7. Hasilnya harus angka 3 digit
Digit pertama adalah angka awal yang Anda pilih (berapa kali Anda akanmakan di luar rumah dalam seminggu)
2 angka berikutnya yaitu....
UMUR ANDA ............. (Oh YA, pasti)
Tahun ini adalah tahun di mana perhitungan ini berlaku (2008)
